Mencoba Merangkai Kata

Keseruan Lebaran di Pulau Kecilku

5 Jul 2017 - 16:29 WIB

Lebaran di kampung halaman itu merupakan suatu hal yang sangat dinantikan oleh para perantau baik merantau jauh maupun dekat, mudik adalah moment yang paling berharga saat lebaran datang. Begitupun dengan saya selaku orang yang merantau yang memang tidak begitu jauh dari kampung halaman di Kepulauan kecil di salah satu kabupaten di provinsi Riau.

Setiap tahunnya saya dan keluarga selalu menyempatkan dan berusaha agar mudik ke kampung halaman bertemu dengan kedua orang tua dan sanak saudara, berkumpul bersama menyambut kemeriahan mengiringi gema takbir yang bergema, membuat hati ini riang gembira.

Meskipun mudik tidak membawa THR yang banyak dan tidak pula membawa oleh-oleh yang berlebihan, tetapi moment dan keseruan berkumpul bersama keluarga di kampung itulah yang sangat di rindukan setiap tahunnya. Jarak daerah rantau saya dan kampung halaman itu menempuh perjalanan kira-kira 15 jam menggunakan jalan darat plus jalan air, karena untuk menuju kampung halaman saya di Riau saya harus transit dari pusat kota kapubaten menuju kampung kecil dimana saya dilahirkan, ketika transit itu menggunakan speadboat transformasi umum yang ada di daerah saya.

Ceritaku Lebaran di Pulau kecilku

 

Suasana Sungai sore hari di Pulau Kampungku

Seperti yang telah saya sebutkan bahwa berkumpul bersama keluarga besar di kampung adalah moment yang sangat di tunggu saat lebaran datang dan betapa serunya bisa poto-poto bareng sanak saudara dan juga keponakan yang sudah banyak ini ini.

Lebaran kedua sayapun bersama saudara dan keponakan mengunjungi kediaman nenek, serunya disini transfortasi pada umumnya menggunakan transfortasi air ( Sungai ) menggunakan perahu motor dan speadboat, begitu indahnya kebersamaan saat dalam perjalanan yang jarang saya temui saat berada di kota tempat dimana saya merantau.

Kami bersuka ria menggunakan perahu motor milik Bapak menuju kediaman nenek, sepanjang perjalanan selalu penuh canda tawa hingga dua perjalanan ke kediaman itu terasa sangat singkat dan ingin rasanya berjalan lebih jauh menggunakan perahu motor ini.

Itulah keseruan saya dan keluarga saat lebaran di pulau kecil, kampung halaman tempat dimana saya dilahirkan dan dibesarkan.


TAGS   religi / Religius /