Mencoba Merangkai Kata

Sikap Seharusnyas Pasca Ramadhan

7 Jul 2017 - 18:09 WIB

Ramadhan telah usai dan pergi meninggalkan kita, tahun depan kita tidak pernah tau apakah akan bertemu kembali dengan bulan yang penuh dengan berkah, keampunan serta berbagai kebaikan didalamnya ini. Namun, yang pasti kita akan selalu berharap untuk bisa bertemu kembali lagi dengan Ramadhan tahun depan.

Ramadhan mengajarkan kita banyak hal, seperti saling berbagi, saling merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, menjadi pribadi disiplin serta melakukan banyak kebaikan setiap harinya selama Ramadhan. Menjaga sikap dan ucapan selama Ramadhan sudah kita lakukan. Dengan bersikap tidak mencaci, tidak menghina orang lain, tidak mengatakan perkataan yang bisa menyakiti hati orang lain, serta tidak memberikan komentar-komentar jelek di media sosial seperti menanggapi sebuah berita serta berbagai sikap lainnya yang senantiasa kita jaga demi menghormati dan mendidik diri menjadi pribadi terbaik selama Ramadhan.

Setelah Ramadhan berakhir, apakah kita mampu mempertahankan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan selama bulan Ramadhan ? hal ini kembali lagi kepada pribadi kita masing-masing. Harapannya tentu kita ingin mempertahankan sikap dan kebaikan selama bulan Ramadhan tersebut. Bukti seseorang telah berhasil mendidik dirinya selama bulan Ramadhan adalah perjalanan sekarang sampai 11 bulan berikutnya  pasca bulan Ramadhan tersebut.

Seharusnya setelah Ramadhan berakhir kita akan tetap menjaga sikap dan ucapan agar senantiasa berlaku baik dan tidak kembali kepada kesalahan-kesalahan masa lalu sebelum Ramadhan kita jalani, dengan begitu Ramadhan menjadi berbekas bagi seseorang yang telah menempuhnya.

Tetapi, lihatlah betapa kita merasakan seperti Ramadhan tidak memberikan bekas kepada orang yang menjalaninya. Contoh sederhana sekali adalah ketika kita perhatikan komentar-komentar pada media sosial, ketika ada suatu informasi ataupun pemberitaan yang dibagikan oleh seseorang ke media sosial. Banyak kita perhatikan para Netizen tak mampu menjaga ucapan dalam berkomentar yang mengandung kebencian, saling memfitnah saling mencaci dan saling menjatuhkan.

Semua itu kembali kepribadi kita masing-masing, Ramadhan adalah sarana untuk mendidik diri, mau menjadi baik atau justru tetap bertahan dengan sikap-sikap yang tidak terpuji, semoga kita yang membaca tulisan ini tidak termasuk bagian dari orang yang tidak menjadikan Ramadhan sebagai sarana merubah diri ke arah yang lebih baik dan terimakasih telah berkenan membaca tulisan ini.


TAGS   Religius / religi /