Mencoba Merangkai Kata

Saat Dicurangi Kalah, Kitalah Pemenang

23 Aug 2017 - 22:49 WIB

Persaingan merebut medali terus terjadi pada ajang SEA Games 2017 di Kuala Lumpur Malaysia, Hingga hari ini Rabu 23/08/2017, Indonesia baru bisa mencapai  5 besar dalam perebutan medali tersebut. Namun dibalik beberapa kekalahan kita selaku kontingen dan bagian dari SEA Games 2017 ini, banyak sekali cerita kecurangan yang telah diperbuat tuan rumah. Tujuan kompetisi adalah menang, semua orang yang ikut dalam kompetisi memiliki harapan yang sama yakni menang.

detik.com

Sampai tulisan ini dimuat dari beberapa sumber penulis melihat, inilah urutan perolehan medali bagi negara peserta SEA Games 2017 :

Memang kita berada di urutan kelima, tetapi sebenarnya kita adalah pemenang, karena beberapa sumber menyebutkan atlet kita dicurangi oleh wasit dari beberapa cabang olahraga. Katakanlah cabang sepak takraw, bola volly dan panahan, ada indikasi telah terjadi kecurangan dalam penilaian oleh sang wasit.

Saya bangga dengan atlet Indonesia, meski mereka merasa dicurangi tetapi kesabaran mereka menunjukkan bahwa, merekalah sebenarnya pemenang, tidak melawan bukan berarti mereka lemah, mereka bahkan memiliki dukungan baik yang ada di tempat terlaksananya SEA Games 2017 ini, Terlebih lagi di tanah air Indonesia tercinta.

Semua kesabaran para atlet itu menunjukkan, bahwa mereka masih menghormati tuan rumah, menghormati wasit dan tidak kalah pentingnya mereka semua menyadari, bahwa bertanding membawa nama besar Indonesia. Nama baik dipertaruhkan disini, bertanding tidak hanya persoalan menang-kalah, percuma jadi pemuncak tetapi didapat dengan cara tidak bijak.

Bertanding yang bijak, adalah bertanding yang menjunjung tinggi sportifitas, menang kalah dalam setiap pertandingan itu biasa, namun kemenangan yang didapat hendaklah dengan cara yang benar dan tidak merugikan semua pihak yang ikut bertanding.

SEA Games adalah ajang besar pertandingan olahraga dua tahunan, tuan rumah semestinya memperlakukan tamunya dengan baik, tidak mampu memperlakukan bak raja seperti pepatah, paling tidak perlakukanlah kami selayaknya sebagai tamu, tunjukkanlah sportifitas Anda, karena hari ini Anda adalah tuan rumah, dua tahun kedepan tentu Anda juga menjadi tamu di ajang SEA Game 2019.

Jika hari ini Anda perlakukan tamu seperti ini, jangan salahkan nanti Anda diperlakukan tidak layak oleh mereka yang nantinya menjadi tuan rumah. Kami Indonesia negara yang memiliki adat dan kebudayaan yang saling menghargai satu dengan yang lainnya, bukan kami tidak mampu untuk berbuat tidak baik, hanya saja kami tahu dan sadar bahwa kami hanyalah sebagai tamu di rumah Anda.

Akhirnya, untuk seluruh kontingen Indonesia. Selamat berjuang, mau peringkat berapapun, kita adalah pemenang, karena kalah saat dicurangi itulah sebenarnya ” Pemenangnya “. 


TAGS   olahraga /